Panduan Ta'aruf

Pertanyaan Saat Ta'aruf untuk Calon Suami (dan yang Sebaiknya Tidak Ditanyakan)

Oleh Tim Redaksi MuslimahFirst · Oktober 2026 · 8 menit baca

Ta'aruf, bukan pacaran: tujuannya saling mengenal dengan niat menikah, dengan cara yang terjaga dan melibatkan keluarga. Karena waktunya terbatas, pertanyaan yang tepat sangat berharga. Pertanyaan yang baik bukan untuk menginterogasi, tetapi untuk memahami agama, akhlak, dan arah hidup calon suami sebelum hati terlanjur terikat.

Sebelum mulai: niat dan adab bertanya

1. Agama dan ibadah

2. Akhlak dan kepribadian

3. Keluarga dan peran dalam rumah tangga

4. Keuangan dan pekerjaan

5. Anak dan masa depan

6. Saat ada perbedaan

Pertanyaan yang sebaiknya tidak ditanyakan

Tidak semua hal perlu, atau pantas, ditanyakan saat ta'aruf. Beberapa contoh yang sebaiknya dihindari:

Lalu bagaimana memutuskan?

Setelah pertanyaan dijawab dan keluarga sudah saling bicara, banyak orang menutup prosesnya dengan salat istikharah dan musyawarah bersama orang tua. Jangan ragu mundur dengan baik kalau ada hal yang tidak cocok. Itu bukan kegagalan; justru itulah gunanya ta'aruf.

Artikel ini adalah informasi umum, bukan fatwa. Untuk situasimu sendiri, tanyakan kepada ustadz atau ustadzah yang kamu percaya.

Ta'aruf dengan wali tetap terlibat

MuslimahFirst adalah aplikasi untuk menikah, bukan untuk pacaran. Secara default, akhwat yang mengirim pesan pertama, dan ia bisa mengizinkan ikhwan menulis lebih dulu kalau mau. Foto terlihat secara default; akhwat bisa memilih foto buram (blur) sampai terjadi match dengan satu ketukan. Kamu bisa menjelajah profil dengan filter, dan portal wali yang opsional memungkinkan walimu ikut melihat match dan percakapanmu (hanya baca). Semuanya gratis.

Catatan: tampilan aplikasi MuslimahFirst saat ini masih dalam bahasa Inggris.

Daftar gratis →